Kalender Akademik Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Tahun Akademik 2025/2026
Berikut Informasi mengenai Kalender Akademik dan Informasi mengenai Semester Genap 2025/2026:
Kalender Akademik Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Tahun Akademik 2025/2026 : Download
Surat Edaran Her-Registrasi Semester Genap 2025/2026 : Download
Surat Edaran UAS & Program Akhir Semester Ganjil 2025/2026 : Download
Surat Edaran Program Akhir, Pra Yudisium, Yudisium, dan Wisuda Ganjil 2025/2026 : Download
Pengumuman!!!
Berikut Informasi mengenai Pembagian Dosen Pembimbing PKL Semester Genap TA. 2025/2026 Prodi Akuntansi, seluruh berkas kebutuhan PKL bisa diakses melalui Website Prodi Akuntansi pada bagian ALUR PKL
*Jika ada nama yang belum masuk pada data pembagian Dosen Pembimbing PKL Semester Genap TA. 2025/2026 Prodi Akuntansi, bisa menghubungi Admin FEB : 082143011044/ bisa langsung ke FEB UNIKAMA
Pengumuman !!!
Berikut informasi mengenai Pendaftaran dan Pelaksanaan Ujian tugas Akhir di FEB Unikama, Semester Ganjil 2025/2026 :
Pendaftaran Ujian Tugas Akhir dibuka sampai : 30 Januari 2026
Pelaksanaan Ujian Tugas Akhir : 19 Januari – 6 Februari 2026
Seluruh berkas pendaftaran bisa diakses dilaman website masing-masing Prodi :
Seluruh berkas Pendafataran Wajib dikirimkan ke Email Prodi :
Prodi Manajemen : manajemen@unikama.ac.id
Prodi Akuntansi : akuntansi@unikama.ac.id
Prodi Pendidikan Ekonomi : p_eko@unikama.ac.id
Melania Jelita, mahasiswa Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama)
Melania Jelita, mahasiswa Prodi AkuntansiFakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), berhasil meraih gelar Juara 2 dalam kategori Tanding Kelas A (45kg-50kg) Putri Tingkat Dewasa pada Kejuaraan Pencak Silat Malang Student Championship Tahun 2025. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Jawa Timur dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, yang berlangsung di gor Ken Arok Malang.
Prestasi ini menunjukkan dedikasi Melania dalam mengimbangi kegiatan akademik dan olahraga. Sebagai atlet muda, ia telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam cabang pencak silat, khususnya dalam kategori tanding yang memerlukan kekuatan, ketangkasan, dan strategi. Kejuaraan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Malang dan sekitarnya, dengan tujuan mempromosikan olahraga tradisional Indonesia di kalangan generasi muda.
Dalam perjalanan kompetisi, Melania berhasil melampaui beberapa pesaing tangguh sebelum akhirnya meraih posisi runner-up. “Saya sangat bangga dengan pencapaian ini. Ini bukan hanya tentang kemenangan, tapi juga tentang disiplin dan kerja keras yang saya terapkan sehari-hari,” ujar Melania usai menerima medali. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada dosen dan teman-teman di FEB Unikama yang telah mendukungnya.
Dekan FEB Unikama, Dr. Rita Indah Mustikowati, SE., MM, menyampaikan apresiasi atas prestasi mahasiswanya. “Ini membuktikan bahwa mahasiswa kami tidak hanya unggul di bidang akademik, tapi juga mampu bersaing di tingkat nasional. Kami berharap Melania dapat terus menginspirasi mahasiswa lain untuk aktif dalam olahraga,” katanya.
Kejuaraan Pencak Silat Malang Student Championship 2025 merupakan bagian dari upaya IPSI Jawa Timur dan KONI Kota Malang untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap pencak silat, acara ini juga menjadi ajang pembinaan atlet muda untuk kompetisi tingkat nasional dan internasional.
Dengan prestasi ini, Melania Jelita turut mengharumkan nama FEB Unikama di kancah olahraga mahasiswa. Ia berencana untuk terus berlatih dan berpartisipasi dalam kejuaraan mendatang, sambil mengejar gelar sarjana di bidang akuntansi.
HMPS Akuntansi FEB UNIKAMA Gelar Seminar Pajak: Fokus Pajak atas Transaksi E-Commerce dan Digital Platform
Malang, 16 Oktober 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) berhasil menyelenggarakan Seminar Pajak dengan tema “Pajak atas Transaksi E-Commerce dan Digital Platform di Indonesia”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam kepada mahasiswa tentang regulasi pajak terkini di era digital, khususnya dalam transaksi e-commerce dan platform digital.
Berlangsung di Ruang Abdoel Radjab UNIKAMA, acara ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi angkatan 2024 dan 2025. Seminar ini menjadi wadah penting untuk mendiskusikan tantangan dan peluang perpajakan di sektor e-commerce yang semakin berkembang pesat di Indonesia.
Kaprodi Akuntansi, M Fariz Irianto, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pemahaman pajak bagi calon akuntan. “Di era digital ini, mahasiswa akuntansi harus memahami aturan pajak yang kompleks terkait e-commerce. Seminar ini adalah langkah awal untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis yang relevan dengan dunia kerja,” ujarnya.
Acara dibuka langsung oleh Dekan FEB UNIKAMA yakni Dr. Rita Indah Mustikowati, SE., MM., yang menyoroti dampak transformasi digital terhadap sistem perpajakan. “E-commerce dan platform digital telah mengubah cara berbisnis, dan ini berimplikasi pada regulasi pajak. Mahasiswa perlu siap menghadapi perubahan ini untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional,” kata Dekan FEB UNIKAMA.
HMPS Akuntansi FEB UNIKAMA Gelar Seminar Pajak: Fokus Pajak atas Transaksi E-Commerce dan Digital Platform
Seminar ini menghadirkan narasumber dari luar, yaitu Adi Dermawan Ervanto, CPA, dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Moh Wildan dan Adi Darmawan. Dalam pemaparannya, Adi Dermawan Ervanto menjelaskan regulasi pajak terkini untuk transaksi e-commerce, termasuk aturan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) yang berlaku di platform seperti marketplace dan aplikasi digital. Ia juga memberikan contoh kasus praktis dan tips bagi mahasiswa untuk memahami kewajiban pajak di sektor ini.
Sesi diskusi berjalan interaktif, dengan mahasiswa aktif bertanya tentang implementasi pajak di dunia nyata. Panitia HMPS Akuntansi menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya organisasi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa akuntansi.
Dengan suksesnya seminar ini, FEB UNIKAMA berharap mahasiswa dapat lebih siap menghadapi dinamika perpajakan di era digital.
Berikut informasi mengenai Pengumuman Revisi Tambahan Dosen Pembimbing Tugas Akhir Prodi Akuntansi : (Jika ada nama yang belum masuk dalam list Pengumuman, Mohon bisa konfirmasi ke Fakultas)
FEB UNIKAMA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kanjuruhan Malang (FEB Unikama) dengan bangga mengumumkan mahasiswa Program Studi Akuntansi berhasil lolos seleksi menjadi peserta magang di Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) untuk Periode II tahun 2025.
Keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari kualitas dan kompetensi mahasiswa FEB Unikama dalam bidang akuntansi serta dedikasi mereka dalam mengembangkan kemampuan profesional. Program magang yang diselenggarakan oleh Kemenkeu RI ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan kerja kementerian, memperluas wawasan, serta mengasah keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Dekan FEB Unikama Dr. Rita Indah Mustikowati, SE., MM., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada para mahasiswa yang telah berhasil melewati proses seleksi yang ketat. “Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Semoga pengalaman magang di Kemenkeu dapat menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa dalam menapaki karier di masa depan,” ujarnya.
Sebagai Peserta yang lolos Program Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) untuk Periode II tahun 2025, menyampaikan Magang di Kemenkeu ini akan memberikan kesempatan yang berharga bagi saya karena nantinya saya bisa merasakan pengalaman langsung dinamika bekerja di lembaga pemerintahan khususnya di kantor pajak.
“Selamat dan sukses kepada seluruh mahasiswa Prodi Akuntansi FEB Unikama yang telah lolos menjadi peserta magang Kemenkeu Periode II tahun 2025. Semoga perjalanan magang ini membawa manfaat besar dan membuka peluang yang lebih luas di dunia profesional.” Dekan FEB Unikama Dr. Rita Indah Mustikowati, SE., MM.,
Peran Kreativitas Mahasiswa dalam Meningkatkan Kewirausahaan di Era Digital
Pendahuluan
Kewirausahaan merupakan fenomena penting dalam pembangunan ekonomi, terlebih lagi di masa kini yang ditandai dengan perkembangan teknologi yang pesat. Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki potensi besar dalam mengembangkan kegiatan kewirausahaan yang inovatif dan berkelanjutan. Dalam konteks globalisasi dan digitalisasi, kreativitas menjadi faktor utama yang dapat membedakan usaha mahasiswa dari kompetitor lainnya. Dengan memanfaatkan kreativitas dan inovasi, mahasiswa mampu menciptakan peluang usaha yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, peran kreativitas mahasiswa dalam dunia kewirausahaan harus terus dikembangkan dan didukung.
Peran Kreativitas Mahasiswa dalam Kewirausahaan Kreativitas merupakan kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru atau solusi inovatif yang mampu memenuhi kebutuhan pasar. Menurut sumber, kreativitas mahasiswa berperan dalam menciptakan inovasi produk maupun jasa yang unik dan menarik. Hal ini penting agar usaha yang mereka jalankan dapat bersaing secara sehat di pasar global. Mahasiswa yang memiliki daya kreativitas tinggi mampu beradaptasi terhadap tren dan perubahan, sehingga usaha yang mereka jalankan tetap relevan dan mampu bertahan lama.
Selain itu, kreativitas dalam kewirausahaan tidak hanya terbatas pada pengembangan produk, tetapi juga mencakup pengelolaan bisnis, pemasaran, dan pengembangan sumber daya manusia. Saat ini, visual thinking menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk menggambarkan ide dan strategi bisnis secara visual, sehingga mudah dipahami dan diimplementasikan. Melalui kreativitas ini, mahasiswa belajar untuk berpikir out of the box, berinovasi dengan teknologi baru, dan menyesuaikan diri dengan dinamika pasar yang cepat berkembang.
Kreativitas mahasiswa juga membantu mereka mengatasi berbagai tantangan yang muncul dalam dunia wirausaha, seperti persaingan yang ketat dan perubahan tren pasar yang cepat. Dengan kemampuan berinovasi, mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan produk dan jasa yang menarik, tetapi juga mampu mengelola usaha secara efisien dan berkelanjutan.
Pengaruh Era Digital terhadap Kewirausahaan Mahasiswa Di era digital saat ini, peluang kewirausahaan semakin terbuka lebar melalui teknologi dan platform digital yang dapat diakses oleh siapa saja, termasuk mahasiswa. Sebagaimana disebutkan dalam, digitalisasi memungkinkan mahasiswa untuk memulai usaha melalui e-commerce, platform media sosial, fintech, dan berbagai inovasi teknologi lain yang dapat memperluas jangkauan pasar.
Misalnya, mahasiswa dapat memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk secara gratis maupun berbayar, sehingga memudahkan mereka mencapai konsumen dari berbagai daerah bahkan internasional. Selain itu, pemanfaatan fintech dalam pengelolaan keuangan dan pembayaran memudahkan mereka melakukan transaksi bisnis secara efisien dan aman. Era digital juga memperbolehkan mahasiswa untuk belajar secara mandiri melalui berbagai platform pembelajaran daring, pelatihan kewirausahaan, dan komunitas digital yang membangun. Dengan pemahaman ini, mahasiswa dapat mengembangkan usaha secara lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta lebih mudah memperoleh modal usaha melalui platform crowdfunding dan investasi digital.
Namun, untuk dapat bersaing di era digital, mahasiswa harus mampu menguasai berbagai kompetensi seperti kemampuan mengelola media digital, analisis data, pemasaran online, serta pengelolaan keuangan berbasis teknologi. Inovasi dalam pemasaran digital dan layanan pelanggan menjadi kunci keberhasilan usaha berbasis teknologi ini.
Strategi Meningkatkan Kreativitas dan Kewirausahaan Mahasiswa Untuk meningkatkan kreativitas dan keberhasilan kewirausahaan mahasiswa, diperlukan berbagai strategi dan langkah strategis. Hal pertama adalah pemberian pelatihan kewirausahaan di tingkat perguruan tinggi untuk meningkatkan kemampuan riset pasar, mengelola keuangan, serta memanfaatkan teknologi digital secara efektif.
Selanjutnya, penting adanya bimbingan dari dosen dan mentor yang berpengalaman di bidang kewirausahaan, sehingga mahasiswa mendapatkan arahan yang tepat dan motivasi untuk terus berkarya serta berinovasi. Pengalaman langsung melalui magang, kompetisi kewirausahaan, atau inkubasi bisnis juga dapat memperkuat karakter dan kompetensi mahasiswa di bidang ini.
Dukungan fasilitas seperti ruang inkubator, akses pendanaan, serta platform digital untuk promosi dan pemasaran juga sangat penting. Melalui fasilitas ini, mahasiswa dapat melakukan uji coba produk, mendapatkan feedback dari pasar, dan memperbaiki usahanya secara berkelanjutan.
Selain itu, budaya inovasi dan keberanian mengambil risiko perlu ditanamkan dalam diri mahasiswa. Kampus dan institusi pendidikan harus mampu menciptakan atmosfer yang mendukung munculnya ide-ide baru dan tidak takut gagal. Gagal dalam usaha bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebagai pengalaman dan pelajaran berharga untuk belajar dan mencoba kembali dengan pendekatan yang berbeda.
Kesimpulan
Kreativitas mahasiswa memegang peranan penting dalam mendorong perkembangan kewirausahaan di era digital ini. Dengan kreativitas dan inovasi, mahasiswa dapat menciptakan peluang usaha yang relevan dengan kebutuhan pasar dan mampu bersaing secara sehat di tingkat nasional maupun global. Teknologi digital memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan usaha secara efektif dan efisien, dengan dukungan berbagai platform digital, pelatihan, serta fasilitas yang memadai. Oleh karena itu, pengembangan kreativitas harus menjadi bagian dari program pendidikan kewirausahaan untuk mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia usaha yang terus berkembang.
Penguatan aspek kreativitas dan inovasi ini mutlak diperlukan untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang solid di kalangan mahasiswa. Melalui inovasi dan keberanian tampil di dunia bisnis, mahasiswa tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga membangun karakter dan kompetensi yang dapat dipakai dalam berbagai aspek kehidupan lainnya.
Membangun Sinergi: Sarasehan Program Studi Akuntansi UNIKAMA untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan
FEB UNIKAMA – Malang, 11 Juli 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat jaringan antara akademisi dan mahasiswa, Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) menggelar Sarasehan yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. Acara ini berlangsung di Ruang G3A FEB UNIKAMA dan dihadiri oleh berbagai pihak yang berkepentingan dalam dunia pendidikan.
Sarasehan ini bertujuan untuk mendiskusikan evaluasi pembelajaran selama satu semester berjalan, yaitu Semester Genap 2024/2025. Dalam acara tersebut, para dosen dan mahasiswa saling berbagi pandangan mengenai proses pembelajaran yang telah dilalui, tantangan yang dihadapi, serta solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di masa mendatang.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dan masukan terkait kurikulum serta metode pengajaran yang diterapkan. Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan bagi dosen untuk mendengarkan langsung aspirasi mahasiswa, sehingga dapat menciptakan sinergi yang lebih baik antara pengajar dan peserta didik.
Dengan adanya Sarasehan ini, Program Studi Akuntansi UNIKAMA berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan akademik yang lebih baik bagi seluruh civitas akademika. Diharapkan, hasil dari diskusi ini dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di semester-semester berikutnya, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.
Urgensi Kesadaran Pajak di Kalangan Mahasiswa: Investasi Karakter Wajib Pajak Masa Depan
FEB Unikama – Pajak merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara yang sangat penting dalam menunjang pembangunan nasional. Dalam konteks Indonesia, lebih dari 80% pendapatan negara bersumber dari pajak, sehingga tingkat kepatuhan dan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban perpajakan menjadi hal yang sangat krusial. Namun sayangnya, budaya kepatuhan pajak di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini dapat terlihat dari data rasio perpajakan (tax ratio) Indonesia yang masih di bawah negara-negara ASEAN lainnya.
Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki peranan strategis dalam membentuk masa depan bangsa, termasuk dalam hal perpajakan. Meskipun sebagian besar mahasiswa belum memiliki kewajiban pajak karena belum berpenghasilan, edukasi dan penanaman nilai kesadaran pajak sejak dini dapat menjadi pondasi kuat bagi terciptanya wajib pajak yang patuh dan bertanggung jawab di masa mendatang.
Kesadaran Pajak dan Pentingnya Edukasi Sejak Dini Kesadaran pajak merujuk pada pemahaman, sikap, dan perilaku individu yang menyadari pentingnya membayar pajak secara sukarela dan bertanggung jawab. Dalam hal ini, kesadaran tidak hanya terkait pemenuhan kewajiban formal, tetapi juga mencakup aspek moral dan kontribusi terhadap kepentingan bersama.
Pendidikan perpajakan di tingkat perguruan tinggi menjadi instrumen penting dalam menumbuhkan kesadaran tersebut. Mahasiswa yang memperoleh pengetahuan tentang fungsi pajak, jenis-jenis pajak, serta proses administrasi perpajakan akan lebih siap menjadi wajib pajak yang taat hukum. Oleh karena itu, materi perpajakan seharusnya tidak hanya diberikan kepada mahasiswa jurusan ekonomi atau akuntansi, tetapi juga disisipkan dalam kurikulum lintas disiplin.
Program inklusi kesadaran pajak yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) merupakan langkah strategis dalam menjangkau generasi muda. Program ini mencakup pelatihan dosen, penyusunan modul pembelajaran, serta penyelenggaraan kegiatan edukatif seperti pajak bertutur dan relawan pajak. Tujuannya adalah menanamkan pemahaman bahwa pajak bukan beban, melainkan sarana gotong royong untuk membangun negeri.
Persepsi Mahasiswa terhadap Pajak Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang memiliki persepsi keliru tentang pajak. Beberapa di antaranya menganggap pajak sebagai bentuk pemaksaan dari negara, atau merasa tidak perlu mempelajarinya karena belum bekerja. Hal ini mencerminkan rendahnya literasi pajak dan minimnya keteladanan dari lingkungan sekitar. Selain itu, kasus-kasus penyalahgunaan pajak oleh oknum pejabat publik turut menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat, termasuk mahasiswa, terhadap sistem perpajakan. Akibatnya, muncul sikap apatis dan enggan terlibat dalam isu-isu perpajakan. Padahal, justru mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mampu mendorong terciptanya sistem perpajakan yang transparan dan akuntabel.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Budaya Pajak Sebagai kelompok intelektual yang sedang dalam tahap pembentukan karakter, mahasiswa dapat berperan aktif dalam membentuk budaya pajak yang positif.
Peran ini dapat diwujudkan melalui beberapa cara berikut:
Meningkatkan literasi pajak pribadi, Mahasiswa harus terlebih dahulu memahami hak dan kewajiban perpajakan, termasuk bagaimana cara mendaftarkan NPWP, melaporkan SPT, dan memahami tarif pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Menyuarakan pentingnya pajak kepada lingkungan sekitar, Mahasiswa dapat menjadi penyambung informasi kepada keluarga, teman, dan masyarakat melalui media sosial, seminar, atau diskusi publik.
Terlibat dalam komunitas atau kegiatan edukasi pajak, Program relawan pajak, kerja sama kampus dengan kantor pajak, serta lomba karya tulis ilmiah perpajakan menjadi sarana ideal untuk mengasah kepedulian dan keterlibatan mahasiswa dalam isu perpajakan.
Menjadi pelopor wajib pajak yang patuh, Saat telah memiliki penghasilan, mahasiswa lulusan diharapkan menjadi contoh dalam hal kepatuhan pajak yang dimulai dari hal sederhana seperti membayar pajak penghasilan freelance, UMKM, atau usaha mandiri.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meningkatkan kesadaran pajak di kalangan mahasiswa bukan tanpa tantangan. Beberapa kendala yang sering muncul antara lain keterbatasan materi perpajakan di luar jurusan akuntansi, rendahnya minat terhadap isu fiskal, serta belum maksimalnya sinergi antara dunia pendidikan dan otoritas pajak.
Untuk mengatasi hal ini, perlu adanya pendekatan yang kontekstual dan kreatif. Misalnya, penyajian materi perpajakan dalam bentuk video interaktif, game edukasi, atau kolaborasi dengan influencer muda yang memahami dunia perpajakan. Harapan ke depan, kesadaran pajak tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi menjadi bagian dari identitas kewarganegaraan mahasiswa.
Kesadaran pajak di kalangan mahasiswa merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan wajib pajak yang patuh dan berintegritas. Mahasiswa harus diposisikan bukan hanya sebagai objek edukasi, tetapi juga subjek aktif yang dapat mendorong perubahan paradigma perpajakan di masyarakat. Peran serta kampus, pemerintah, dan mahasiswa itu sendiri menjadi kunci utama dalam menumbuhkan budaya pajak yang sehat dan berkelanjutan.